Ikuti Blog ini Via Facebook

Mengetahui update "Materi Kultum Kita" lebih cepat dan lebih mudah. Klik tombol suka dibawah ini.

Wednesday, July 11, 2012

Empat Karakter Manusia Pengikut Setan-Materi Kultum

1. Selalu mengikuti hawa nafsunya untuk menolak kebenaran.

Suka membantah dan menolak kebaikan dan lebih menyenangi kemungkaran, atau hal-hal yang menimbulkan keburukan. Meskipun berbagai macam dalil disampaikan kepada mereka, bukti dan mukjizat dari Allah telah ditunjukkan secara secara nyata dihadapan mereka, mereka akan tetap gigik melakukan penolakan. Apalagi jika bukti itu hanya sekedar pendapat-pendapat tekstual, analisa pemikiran dan kekhawatiran manusia tertentu dari orang-orang yang menginginkan kebaikan, mereka akan selalu menolak, membantah dan menentangnya.


Sampai-sampai Allah menyatakan
dalam surat Al-An’am ayat 111, “Jika seandainya malaikat diturunkan untuk menjadi saksi dan memberi penjelasan, atau orang-orang yang telah mati dihidupkan kembali untuk menjadi saksi dan membuat testimoni, atau akibat buruk berupa azab Allah akibat dari segala bentuk penentangan terhadap ayat-ayat Allah ditampakkan kepada mereka, maka manusia-manusia pengikut setan itu, akan tetap gigih utuk membantah dan menolak kebenaran yang disampaikan kepada mereka, karena tidak sesuai dengan kesenangan hawa nafsu mereka, dam mereka itu menjadi dungu (tidak mau tahu).

2. Penentang para nabi dan ajarannya

Manusia-manusia pengikut setan memiliki karakter, menentang para nabi dan menentang ajaran para nabi, menentang fatwa-fatwa ulama-ulama pejuang penerus da’wah para nabi, dengan cara menghasut manusia-manusia berkarakter setan lainnya, menggunakan kata-kata yang indah dan menarik seolah-olah pendapat-pendapat yang dikatakannya tersebut untuk kebaikan orang banyak dan demi harkat dan martabat kemanusiaan (humanisme), untuk menyesatkan manusia sebanyak-banyaknya agar menjadi pengikut dan golongannya.

3. Penebar Fitnah dan penentang orang-orang yang beriman

Manusia-manusia pengikut setan, suka menebar fitnah dan penentangan kepada orang-orang beriman dan taat terhadap ajaran agananya, bahwa orang-orang yang konsisiten dalam keimanannya dan taat terhadap ajaran agamnya tersebut mereka sebut sebagai orang-orang yang tidak toleran, raidkal, suka memasakan kehendak dan tidak bias menghargai perbedaan. Padahal apa yag dituduhka itu, tanpa mereka sadari justru menjadi karakter  mereka sendiri, tetapi mereka selalu berlindung dalam falsafah demokdrasi dan hak azazi, dan membungkusnya dengan kata-kata yang menarik, seolah-olah sebagai cita-cita yang indah dan lain-lain dengan maksud untuk menipu manusia laiinya agar sama-sama menyukai apa yang diinginkan oleh setan dan memusuhi orang yang beriman dan orang-orang yang konsisiten terhadap jatidiri ajaran agama dan keimanannya.

4. Suka Hura-Hura

Pada zaman modern seperti  ini sekarang ini, manusia-manusia pengikut setan memiliki karakter suka kepada hal-hal yang bersifat hura-hura, dengan menampakkan, suka kepada hal-hal yang menimbulkan perilaku menyimpang, suka melakukan pemborosan dan suka kepada hal-hal yang dapta menimbulkan perislisihanm perpecahan, dan permusuhan. Tetapi mereka selalu beraalasan dem nkebaikan dan demi nmengangkat citar bangsa dan hak azasi manusia yang memiliki kepentingan yang berbeda-beda dengan pluralitas yang ada.

dan Katakanlah kepada hamha-hamba-Ku: "Hendaklah mereka mengucapkan Perkataan yang lebih baik (benar). Sesungguhnya syaitan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia. (Al-Isra' (17):53)


Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan sembahyang; Maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu).(Al-Maidah (5):91)

6 comments:

Be a strong mukmin.